Guru SMKN 3 Kota Bima Dipercaya Jadi Narasumber Pelatihan dan Pendampingan Edu Ekowisata Pesona Ntobo

Guru SMKN 3 Kota Bima Dipercaya Jadi Narasumber Pelatihan dan Pendampingan Edu Ekowisata Pesona Ntobo

KOTA BIMA — Guru Usaha Layanan Wisata dan Perhotelan SMK Negeri 3 Kota Bima, Adi Hidayat Argubi, S.Sos., SST.Par., M.Si., dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Wisata Produk Paket Edu Ekowisata Pesona Ntobo, Kota Bima.

Kegiatan tersebut digagas oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ngusu Waru melalui program yang memperoleh hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026.

Pelatihan dan pendampingan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi lokal sekaligus penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Bima. Hal tersebut sejalan dengan tema kegiatan yang terpampang dalam spanduk, yakni “Pengembangan Tenun Bima dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pariwisata Kota Bima.”

Dalam kegiatan tersebut, Adi Hidayat Argubi memberikan materi sekaligus pendampingan terkait bagaimana masyarakat dan pengelola potensi wisata di Ntobo dapat menemukenali potensi wisata, mengemasnya menjadi produk edukasi wisata, serta mengembangkan strategi promosi yang sesuai dengan karakter pasar.

Menurut Adi, pengembangan kompetensi dan branding kepakaran di bidang pariwisata terus dibangun melalui berbagai pengalaman dan pelatihan yang diikuti. Menurutnya, pariwisata saat ini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Pariwisata ini menarik semua orang karena sudah menjadi life style. Awalnya orang hanya mengenal wisata alam, budaya dan buatan. Sekarang berkembang dalam berbagai kemasan sesuai kebutuhan, seperti ecotourism, marine tourism, village tourism, dan agritourism,” ujarnya.

Ia menilai konsep edu ekowisata yang ditawarkan Tim Universitas Ngusu Waru memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Ntobo. Selain memiliki potensi kearifan lokal “Muna”, kawasan tersebut juga didukung beragam atraksi dan potensi lain yang dapat dikemas menjadi pengalaman wisata edukatif.

“Teman-teman Universitas Ngusu Waru menawarkan edu ekowisata dengan mempertimbangkan potensi kearifan lokal ‘Muna’ dan dukungan atraksi lain yang cukup kaya di Ntobo,” jelasnya.

Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, peserta diarahkan untuk tidak sekadar mengenali potensi yang dimiliki, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi produk wisata yang memiliki nilai edukasi, pengalaman, dan daya jual.

“Saya mengajak mereka menemukenali potensi wisatanya, mengemas edutourism-nya dan bagaimana mengelola aspek promosinya,” kata Adi.

Menurutnya, pengembangan edu ekowisata dengan sasaran siswa sekolah merupakan segmen pasar yang realistis dan strategis untuk digarap sejak awal. Siswa dapat menjadi pasar potensial bagi wisata edukasi sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam, budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bima kepada generasi muda.

Kepercayaan kepada guru SMKN 3 Kota Bima tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi guru vokasi tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam pengabdian kepada masyarakat, pengembangan destinasi, serta penguatan ekosistem pariwisata daerah.

Bagi SMKN 3 Kota Bima, keterlibatan guru dalam kegiatan eksternal seperti ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat link and match antara pendidikan vokasi, dunia pariwisata, masyarakat, perguruan tinggi, dan pengembangan potensi ekonomi kreatif daerah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top