Siswa Kelas XI ULW SMKN 3 Kota Bima Belajar Praktik Kelola Paket Edu Ekowisata Pesona Ntobo
KOTA BIMA — Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Wisata (ULW) SMK Negeri 3 Kota Bima mendapat pengalaman belajar langsung di lapangan melalui kegiatan Paket Wisata Edu Ekowisata Pesona Ntobo di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Mata Pelajaran Pengelolaan MICE di bawah bimbingan guru pengampu Adi Hidayat Argubi, khususnya dalam praktik perancangan paket wisata, pemanduan wisata, hingga pengelolaan event.
Kegiatan ini merupakan inisiasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nggusu Waru (UNSWA) Bima yang memperoleh hibah dari Kemendiktisantek RI dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Dinas Koperindag Kota Bima, Dinas Kominfotik Kota Bima, Camat Raba, serta Lurah Ntobo.
Dalam kegiatan tersebut, siswa kelas XI ULW SMKN 3 Kota Bima tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung bagaimana sebuah paket wisata dirancang, dikemas, dipandu, dan dikelola agar memberikan pengalaman yang menarik bagi wisatawan.
Paket Wisata Edu Ekowisata Pesona Ntobo juga dimeriahkan oleh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), yang hadir sebagai peserta tour dan didampingi oleh guru pembimbing masing-masing.
Para peserta diajak berkeliling menikmati berbagai atraksi wisata tenun masyarakat Ntobo. Tidak sekadar melihat, peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba langsung proses menenun, sehingga memperoleh pengalaman nyata mengenai tradisi dan keterampilan masyarakat setempat.
Didampingi pemandu wisata lokal, peserta mendapatkan berbagai informasi mengenai aktivitas menenun, mulai dari alat dan bahan yang digunakan, proses pembuatan, hingga jenis dan ragam corak kain tenun khas Ntobo. Interaksi langsung dengan masyarakat penenun menjadi salah satu daya tarik utama dalam paket wisata tersebut.
Keseruan peserta semakin bertambah dengan hadirnya sejumlah spot foto yang dapat dimanfaatkan untuk mengabadikan pengalaman mereka. Peserta bebas berpose menggunakan pakaian khas Bima serta berbagai atribut hasil pertanian khas Ntobo yang menjadi bagian dari potensi lokal masyarakat.
Menariknya, pada pos terakhir perjalanan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dan nonorganik. Mereka diajak memahami cara memilah sampah serta mengetahui berbagai bentuk pemanfaatan sampah sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif dan berbasis potensi lokal. Peserta tour mengaku puas dengan paket wisata yang ditawarkan karena dapat belajar, bermain, berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus mengenal lebih dekat budaya dan potensi Kelurahan Ntobo.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus kenang-kenangan, seluruh peserta tour juga mendapatkan souvenir sebagai oleh-oleh, sehingga pengalaman mengikuti Paket Wisata Edu Ekowisata Pesona Ntobo semakin berkesan.
Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, mengapresiasi kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan ruang kepada siswa untuk menerapkan kompetensi yang dipelajari di sekolah dalam situasi nyata.
“Pembelajaran seperti ini sangat penting bagi siswa karena mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung mempraktikkan bagaimana merancang paket wisata, memberikan pelayanan kepada wisatawan, memandu, serta mengelola sebuah kegiatan wisata. Ini sejalan dengan upaya SMKN 3 Kota Bima untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Apalagi Desa Wisata Tenun Ntobo ini masuk Kelurahan Berdaya Program Unggulan Gubernur Ikbal – Dinda” ujar Jainuddin.
Sementara itu, Kepala Program Keahlian Usaha Layanan Wisata SMKN 3 Kota Bima, Yati, SST.Par, mengatakan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan keterampilan profesional mereka.
“Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar secara langsung bagaimana mengelola sebuah paket wisata mulai dari persiapan, pelayanan peserta, pemanduan, pengelolaan atraksi hingga evaluasi kegiatan. Mereka juga belajar bahwa potensi budaya dan kehidupan masyarakat lokal dapat dikembangkan menjadi produk wisata edukatif yang menarik,” jelas Yati.
Kegiatan Paket Wisata Edu Ekowisata Pesona Ntobo sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran kepariwisataan dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda pariwisata yang kompeten sekaligus ikut menjaga dan mempromosikan potensi budaya serta lingkungan lokal Kota Bima.