Mr. Richard Stoetman dari Belanda Kunjungi SMK Negeri 3 Kota Bima, Bahas Pengembangan Pariwisata dan Peluang Kerja bagi Siswa

Mr. Richard Stoetman dari Belanda Kunjungi SMK Negeri 3 Kota Bima, Bahas Pengembangan Pariwisata dan Peluang Kerja bagi Siswa

KOTA BIMA — SMK Negeri 3 Kota Bima menerima kunjungan Mr. Richard Stoetman, wisatawan sekaligus pelaku usaha pariwisata asal Belanda, dalam rangka berdiskusi mengenai pengembangan pariwisata di Bima serta membuka peluang kerja bagi sumber daya manusia lulusan sekolah kejuruan, khususnya Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Wisata (ULW).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi SMK Negeri 3 Kota Bima untuk memperluas jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus memberikan wawasan langsung kepada siswa mengenai peluang karier di sektor pariwisata.

Dalam kunjungannya, Mr. Richard berdiskusi bersama guru Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Wisata mengenai potensi pariwisata Bima dan kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan industri. Ia menyampaikan bahwa pengembangan destinasi wisata di Bima memiliki peluang yang besar, terutama apabila didukung oleh sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan profesional kepada wisatawan.

Saat ini, Mr. Richard menjalankan aktivitas bisnis pariwisata di bawah C.V. Luxury Jaya Gemilang sebagai induk usaha, salah satunya melalui penyediaan paket wisata Visit Tambora yang menyasar wisatawan mancanegara. Dalam pengembangan usahanya tersebut, ia membutuhkan sumber daya manusia lokal yang dapat membantu berbagai kegiatan operasional, khususnya dalam pelayanan dan pendampingan wisatawan.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Mr. Richard untuk menjadi guru tamu bagi siswa Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Wisata. Dalam sesi sharing, ia berbagi pengalaman mengenai dunia kerja di industri pariwisata, peluang profesi bagi generasi muda, serta keterampilan yang perlu dipersiapkan untuk memasuki industri tersebut.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Mr. Richard adalah profesi pemandu wisata (tour guide). Kepada siswa, ia menjelaskan bahwa seorang pemandu wisata tidak hanya dituntut mampu menjelaskan destinasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, wawasan mengenai destinasi, sikap ramah, kemampuan memahami karakter wisatawan, serta mampu memberikan pelayanan yang baik.

Penguasaan bahasa Inggris juga menjadi salah satu kompetensi penting yang ditekankan dalam sesi tersebut. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris akan menjadi modal penting bagi siswa yang ingin bekerja dan berkembang di industri pariwisata, terlebih ketika berhadapan langsung dengan wisatawan mancanegara.

Kepala Program Keahlian Usaha Layanan Wisata SMK Negeri 3 Kota Bima, Yati, SST.Par, menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, interaksi langsung antara siswa dengan pelaku industri memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.

“Kunjungan ini sangat penting bagi siswa karena mereka bisa mendapatkan gambaran secara langsung mengenai kebutuhan industri pariwisata. Apa yang disampaikan Mr. Richard menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama kemampuan bahasa Inggris, komunikasi, pelayanan wisata, dan keterampilan sebagai pemandu wisata,” ujar Yati.

Ia menambahkan, peluang kerja yang disampaikan Mr. Richard juga menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Kami berharap komunikasi dan kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan kompetensinya melalui pengalaman industri dan kesempatan kerja,” tambahnya.

Selain berdiskusi mengenai pariwisata, Mr. Richard juga berkesempatan mengunjungi sejumlah bengkel praktik yang ada di SMK Negeri 3 Kota Bima. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah Bengkel Tekstil, tempat siswa Kompetensi Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil menghasilkan berbagai karya batik dengan beragam motif dan karakter lokal.

Mr. Richard terlihat antusias melihat proses dan hasil karya siswa. Berbagai produk batik yang dipamerkan mendapat perhatian, termasuk potensi pengembangannya sebagai produk kreatif yang dapat dipasarkan kepada wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Ketertarikan tersebut kemudian membuka peluang pembicaraan mengenai kemungkinan kerja sama antara sekolah dengan pihak Mr. Richard dalam penjualan dan pemasaran batik karya siswa. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pintu bagi produk kreatif siswa untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Kepala Program Keahlian Kriya, Ema Sri Maharani, S.Pd, mengatakan bahwa ketertarikan pelaku usaha terhadap karya siswa menjadi motivasi tersendiri bagi sekolah dan siswa untuk terus meningkatkan kualitas produk.

“Kami sangat mengapresiasi ketertarikan Mr. Richard terhadap karya batik siswa. Ini menunjukkan bahwa karya siswa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari promosi budaya Bima,” ungkap Ema.

Menurutnya, peluang kerja sama dalam pemasaran dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai bagaimana sebuah produk kreatif tidak hanya dibuat, tetapi juga dikembangkan, dipromosikan, dan dipasarkan kepada konsumen.

“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada kunjungan saja, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama pemasaran produk batik maupun pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan,” katanya.

Kunjungan Mr. Richard kemudian dilanjutkan ke Bengkel Kriya Kayu dan Rotan. Di tempat tersebut, ia melihat berbagai karya yang dihasilkan siswa melalui proses pembelajaran berbasis praktik.

Karya-karya siswa dari bidang kayu menjadi bagian lain yang memperlihatkan potensi keterampilan vokasi yang dikembangkan di SMK Negeri 3 Kota Bima. Bagi sekolah, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai kompetensi yang dimiliki siswa kepada calon mitra dari dunia usaha.

Kunjungan Mr. Richard Stoetman diharapkan menjadi awal dari terbukanya ruang kolaborasi yang lebih luas antara SMK Negeri 3 Kota Bima, dunia usaha, dan pelaku industri pariwisata. Tidak hanya dalam bidang pengembangan destinasi dan penyediaan sumber daya manusia, tetapi juga dalam pengembangan serta pemasaran produk kreatif hasil karya siswa.

Melalui kegiatan tersebut, SMK Negeri 3 Kota Bima terus mendorong pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Siswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi, bahasa asing, kreativitas, pelayanan, dan kesiapan menghadapi dinamika industri pariwisata yang semakin terbuka bagi pasar internasional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top