SMK Negeri 3 Kota Bima Terpilih sebagai Lokasi Film Dokumenter Kemendikdasmen RI
Kota Bima, NTB — SMK Negeri 3 Kota Bima mendapat kehormatan menjadi salah satu sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipilih oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) sebagai lokasi pembuatan film dokumenter sekolah.
Kehadiran tim film dokumenter Kemendikdasmen RI di SMK Negeri 3 Kota Bima menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga sekolah. Dari sejumlah sekolah di NTB, hanya dua sekolah yang mendapatkan kesempatan untuk didokumentasikan secara khusus melalui program film dokumenter tersebut.
Tim Kemendikdasmen melakukan pengambilan gambar dengan memotret berbagai aktivitas sekolah, mulai dari proses pembelajaran, kegiatan praktik peserta didik, aktivitas guru dan tenaga kependidikan, hingga kondisi sarana dan prasarana yang menjadi bagian dari perjalanan pengembangan SMK Negeri 3 Kota Bima.
Pengambilan gambar tersebut juga menjadi momentum untuk memperlihatkan kondisi nyata sekolah, termasuk berbagai tantangan yang selama ini dihadapi dalam penyelenggaraan pembelajaran vokasi.
Sejumlah bangunan sekolah yang telah berusia cukup tua dan sebagian mengalami kerusakan turut menjadi bagian dari dokumentasi. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan dukungan pembangunan dan perbaikan sarana prasarana yang diterima sekolah selama ini. Demikian pula sejumlah fasilitas pembelajaran yang masih terbatas menjadi bagian dari cerita yang direkam oleh tim dokumenter.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, aktivitas pembelajaran dan semangat peserta didik tetap menjadi kekuatan utama yang ditampilkan dalam film dokumenter.
Salah satu kompetensi keahlian yang mendapat perhatian khusus adalah Kriya Kreatif Batik dan Tekstil (KKBT), yang merupakan salah satu kompetensi keahlian tertua di SMK Negeri 3 Kota Bima.
Keunikan KKBT menjadi daya tarik tersendiri bagi tim film dokumenter. Selain aktivitas kreatif peserta didik dalam proses pembelajaran dan praktik membatik serta tekstil, tim juga mendokumentasikan kondisi bangunan bengkel praktik yang sudah cukup tua dan mengalami kerusakan, termasuk keterbatasan fasilitas yang selama ini digunakan peserta didik dalam mengembangkan kompetensinya.
Beragam aktivitas peserta didik KKBT direkam secara langsung dan menjadi salah satu unsur yang cukup menonjol dalam rangkaian pengambilan gambar. Proses pembelajaran yang berbasis praktik memperlihatkan bagaimana peserta didik tetap berkarya dan mengembangkan kreativitas di tengah keterbatasan sarana yang tersedia.
Kompetensi keahlian lainnya di SMK Negeri 3 Kota Bima juga turut memberikan warna dalam film dokumenter tersebut. Tim mendokumentasikan aktivitas praktik peserta didik sekaligus berbagai fasilitas yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran pada masing-masing kompetensi keahlian.
Selain aktivitas pembelajaran, tim Kemendikdasmen juga melakukan sesi wawancara dengan Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, bersama tim pelaksana Program Revitalisasi SMK Negeri 3 Kota Bima Tahun 2026.
Dalam sesi tersebut, Kepala Sekolah menyampaikan gambaran perkembangan sekolah, kondisi sarana dan prasarana, tantangan pengembangan pendidikan vokasi, serta harapan agar dukungan pemerintah terhadap SMK Negeri 3 Kota Bima dapat terus berlanjut.
Menurut Jainuddin, terpilihnya SMK Negeri 3 Kota Bima sebagai salah satu lokasi pembuatan film dokumenter Kemendikdasmen merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan untuk memperlihatkan secara langsung kondisi dan potensi sekolah kepada masyarakat serta pemerintah.
“Kami sangat bangga SMK Negeri 3 Kota Bima mendapat kesempatan menjadi salah satu sekolah yang dibuatkan film dokumenter oleh Kemendikdasmen. Bagi kami, ini bukan hanya tentang dokumentasi, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan potensi, semangat belajar siswa, dedikasi guru, sekaligus kondisi riil sekolah yang masih membutuhkan perhatian dalam pengembangan sarana dan prasarana,” ujar Jainuddin.
Ia menambahkan, keberhasilan SMK Negeri 3 Kota Bima memperoleh Program Revitalisasi SMK Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi sekolah untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan.
“Bantuan revitalisasi tahun 2026 kami harapkan menjadi pemicu bagi pengembangan SMK Negeri 3 Kota Bima ke depan. Kami ingin momentum ini tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi siswa, dan pengembangan sekolah secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Menurut Jainuddin, masih terdapat sejumlah kebutuhan sekolah yang belum seluruhnya dapat terakomodasi melalui program revitalisasi tahun ini. Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan perhatian melalui skema bantuan revitalisasi maupun program pengembangan lainnya pada tahun-tahun berikutnya.
“Masih ada bangunan dan fasilitas pembelajaran yang membutuhkan penanganan. Kami berharap apa yang terlihat dan terdokumentasikan oleh tim Kemendikdasmen hari ini dapat menjadi gambaran sekaligus bahan pertimbangan untuk dukungan program berikutnya. Kami tentu sangat terbuka untuk terus berbenah dan berkolaborasi dengan pemerintah,” katanya.
Dalam kunjungannya, tim film dokumenter Kemendikdasmen juga secara khusus mengambil gambar progres pelaksanaan Program Revitalisasi SMK Negeri 3 Kota Bima Tahun 2026. Dokumentasi tersebut memperlihatkan proses perubahan dan pembenahan fasilitas sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan belajar dan pembelajaran vokasi.
Kehadiran tim dokumenter Kemendikdasmen sekaligus memperlihatkan perjalanan SMK Negeri 3 Kota Bima dari kondisi sarana prasarana yang masih menghadapi berbagai keterbatasan menuju proses pembenahan melalui Program Revitalisasi Tahun 2026.
Bagi warga SMK Negeri 3 Kota Bima, film dokumenter tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi rekaman visual tentang aktivitas sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari cerita perjalanan sekolah dalam membangun pendidikan vokasi yang lebih baik.
Terpilihnya SMK Negeri 3 Kota Bima sebagai salah satu dari dua sekolah di NTB yang mendapat kesempatan dalam pembuatan film dokumenter Kemendikdasmen menjadi catatan tersendiri bagi sekolah. Di balik keterbatasan sarana dan prasarana, terdapat semangat peserta didik, kreativitas guru, kekhasan kompetensi keahlian, serta komitmen sekolah untuk terus berkembang.
Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat seluruh warga sekolah untuk menjadikan Program Revitalisasi Tahun 2026 sebagai titik awal bagi pengembangan SMK Negeri 3 Kota Bima secara lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran sekolah dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.