LDKS SMK Negeri 3 Kota Bima Bekali Siswa Menjadi Pemimpin Berkarakter
KOTA BIMA — SMK Negeri 3 Kota Bima melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama dua hari, 26–27 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan, berkarakter, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam kehidupan organisasi maupun di tengah masyarakat.
LDKS diikuti oleh pengurus OSIS, perwakilan Unit Kegiatan Siswa yang tergabung dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya Paskibra, Pramuka, Rohis, PMR dan PIK-R, serta perwakilan dari masing-masing kelas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM. Dalam pembukaannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan instruksi kepada orang lain, tetapi juga menyangkut keteladanan, tanggung jawab, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi dan keberanian mengambil keputusan.
“LDKS ini jangan hanya dipahami sebagai kegiatan pelatihan organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan proses pembentukan karakter dan mental calon-calon pemimpin. Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama dan memiliki kepedulian terhadap orang lain,” ujar Jainuddin.
Menurutnya, siswa yang mengikuti LDKS diharapkan mampu menerapkan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
“Saya berharap setelah mengikuti LDKS, anak-anak kita tidak hanya mampu memimpin sebuah organisasi, tetapi juga mampu memimpin dirinya sendiri. Karena kepemimpinan yang baik selalu dimulai dari kemampuan mengelola diri, waktu, emosi dan tanggung jawab,” tambahnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan. Materi diberikan melalui kegiatan di ruang maupun di lapangan sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui praktik dan dinamika kelompok.
Sejumlah materi yang diberikan antara lain Manajemen waktu, Networking, Manajemen proyek dan teamwork, Pengelolaan administrasi organisasi, Dinamika tim, manajemen konflik dan problem solving, AD/ART dan etika berorganisasi, Menjaga pergaulan, Keorganisasian dan kepemimpinan, Penyusunan program kerja, Komunikasi efektif dan public speaking, Kesehatan mental pemimpin dan emotional intelligence, serta Berpikir positif untuk meraih kesuksesan.
Selain materi kepemimpinan dan keorganisasian, peserta juga mendapatkan pembekalan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima. Materi tersebut memberikan perspektif kepada siswa mengenai pentingnya menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, memahami hak dan perlindungan anak, serta menjadi generasi muda yang mampu menciptakan lingkungan yang aman dan positif.
Kegiatan LDKS juga diisi dengan pentas seni sebagai ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membangun rasa percaya diri, kekompakan dan kebersamaan antar peserta.
Tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan organisasi, LDKS SMK Negeri 3 Kota Bima juga memberikan perhatian terhadap penguatan karakter dan spiritualitas siswa.
Selama kegiatan berlangsung, peserta dikawal untuk melaksanakan salat lima waktu, salat Tahajud, tadarus Al-Qur’an dan tausiah. Penguatan rohani tersebut dibimbing oleh Pembina Imtaq SMK Negeri 3 Kota Bima, Muhammad Ali, S.Pd.I., M.Pd.
Rangkaian kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan kecakapan intelektual dan organisasi, tetapi juga membutuhkan integritas, moralitas dan landasan spiritual yang kuat.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan dan kepedulian terhadap sesama.
Pelaksanaan LDKS berada di bawah koordinasi Pokja Kesiswaan SMK Negeri 3 Kota Bima, Nurhayati, S.Pd., bersama para pembina. Berbagai aktivitas yang dilakukan selama kegiatan diarahkan untuk membangun kemampuan peserta dalam berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan.
Koordinator Pokja Kesiswaan, Nurhayati, S.Pd., mengatakan bahwa LDKS dirancang tidak hanya untuk memberikan teori kepemimpinan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kerja sama dan tanggung jawab.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman yang nyata. Mereka belajar bagaimana mengatur waktu, bekerja dalam tim, menyusun program, menyelesaikan konflik dan masalah, berkomunikasi secara efektif serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Semua itu merupakan keterampilan yang akan mereka butuhkan, bukan hanya ketika berorganisasi di sekolah, tetapi juga ketika mereka terjun ke masyarakat dan dunia kerja,” ungkapnya.
Ia berharap peserta dapat menjadi penggerak kegiatan positif di lingkungan sekolah serta mampu menjadi contoh bagi siswa lainnya.
“Harapan kami, peserta LDKS dapat membawa semangat kepemimpinan ini ke dalam organisasi dan kelas masing-masing. Mereka harus mampu menjadi pribadi yang aktif, kreatif, disiplin, santun dan memiliki kepedulian. Pemimpin muda yang baik bukan yang paling banyak berbicara, tetapi yang mampu memberikan contoh dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan,” jelas Nurhayati.
LDKS SMK Negeri 3 Kota Bima ditutup setelah seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari terlaksana. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap lahir kader-kader pemimpin muda yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, kecerdasan emosional, kemampuan berkomunikasi, kepedulian sosial dan keteguhan spiritual.
Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu mengambil peran lebih aktif dalam berbagai kegiatan sekolah sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan negara.