SMK Negeri 3 Kota Bima Perkuat Kelas Kebekerjaan Bahasa Jepang dan Bahasa Arab, Bekali Siswa Peluang Kerja Global
KOTA BIMA — SMK Negeri 3 Kota Bima terus memperkuat kesiapan siswanya menghadapi dunia kerja, termasuk membuka peluang karier di tingkat internasional. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Kelas Kebekerjaan Bahasa Jepang dan Bahasa Arab yang menghadirkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bima, Hj. Fitriani, S.KM., M.Kes., bersama Ikbal dari mitra kerja sama PT. Micro Madani Institut (MMI) sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa yang tergabung dalam Kelas Kebekerjaan dari seluruh Kompetensi Keahlian yang ada di SMK Negeri 3 Kota Bima. Kegiatan menjadi ruang bagi siswa untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai dunia kerja, khususnya peluang bekerja di luar negeri, kesiapan kompetensi, pembiayaan, hingga perlindungan tenaga kerja.
Dalam sesi penguatan, Hj. Fitriani memberikan berbagai informasi mengenai peluang kerja bagi generasi muda, termasuk kesempatan bekerja di Jepang. Siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum bekerja ke luar negeri, mulai dari kompetensi, bahasa, administrasi, hingga pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai tenaga kerja.
Salah satu informasi yang mendapat perhatian siswa adalah terkait fasilitasi pembiayaan keberangkatan ke luar negeri melalui dukungan dan program bantuan Pemerintah Kota Bima dan juga Pemerintah Provinsi NTB. Informasi tersebut dinilai penting karena persoalan pembiayaan sering menjadi salah satu pertimbangan bagi calon tenaga kerja yang ingin mengembangkan karier ke luar negeri.
Selain peluang kerja, siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan tenaga kerja dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Para peserta diberikan pemahaman agar tidak hanya berorientasi pada kesempatan memperoleh pekerjaan, tetapi juga memiliki pengetahuan mengenai aspek keamanan, perlindungan, hak-hak pekerja, serta mekanisme yang harus diperhatikan ketika memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Ikbal dari PT. Micro Madani Institut (MMI) turut berbagi pengalaman dan informasi praktis mengenai peluang kerja serta berbagai persiapan yang harus dimiliki oleh calon tenaga kerja. Siswa diajak untuk melihat kemampuan bahasa asing bukan sekadar sebagai mata pelajaran tambahan, tetapi sebagai modal kompetensi untuk membuka akses terhadap pasar kerja yang lebih luas.
Diskusi berlangsung interaktif. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan menggali informasi seputar peluang kerja, persyaratan, budaya kerja, kemampuan bahasa, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan sejak masih berada di bangku sekolah.
Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, mengatakan keberadaan Kelas Kebekerjaan Bahasa Jepang dan Bahasa Arab merupakan bagian dari upaya sekolah menyiapkan lulusan agar memiliki orientasi kerja yang lebih luas.
“Kelas Kebekerjaan ini kami hadirkan untuk memberikan bekal tambahan kepada siswa agar mereka tidak hanya siap bekerja di daerah atau di dalam negeri, tetapi juga memiliki wawasan dan kompetensi untuk melihat peluang kerja di tingkat global. Kami ingin siswa sejak sekarang memiliki mimpi, target, dan kesiapan untuk bekerja sesuai kompetensi yang mereka miliki,” ujar Jainuddin.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya SMK Negeri 3 Kota Bima dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penguatan pendidikan vokasi dan perluasan akses lulusan SMK ke dunia kerja internasional.
Keberadaan Kelas Kebekerjaan Bahasa Jepang dan Bahasa Arab di SMK Negeri 3 Kota Bima merupakan salah satu bentuk tindak lanjut semangat SMK Go Global dan program SMK Makmur Mendunia yang menjadi bagian dari arah pembangunan pendidikan dan ketenagakerjaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jainuddin menambahkan, SMK Negeri 3 Kota Bima memiliki daya dukung internal yang cukup penting dalam pengembangan program tersebut. Sekolah memiliki guru pengajar yang mampu memberikan pembelajaran Bahasa Jepang maupun Bahasa Arab, sehingga proses penguatan kompetensi bahasa dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Kami memiliki guru internal untuk Bahasa Jepang dan Bahasa Arab. Ini menjadi modal penting bagi sekolah. Artinya, program tidak berhenti pada kegiatan penguatan sesaat, tetapi dapat terus dikembangkan melalui pembelajaran dan pendampingan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Ia berharap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Tenaga Kerja Kota Bima dan mitra dunia usaha maupun dunia industri, dapat terus diperkuat sehingga siswa memperoleh akses informasi, pelatihan, sertifikasi, hingga peluang penempatan kerja yang lebih luas.
Bagi siswa, kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai masa depan setelah menyelesaikan pendidikan di SMK. Andini, salah seorang perwakilan siswa Kelas Kebekerjaan, mengaku mendapatkan banyak informasi baru dari kegiatan tersebut, terutama mengenai peluang kerja di Jepang dan berbagai persiapan yang harus dilakukan sejak di bangku sekolah.
“Kami mendapatkan banyak informasi yang sebelumnya belum kami ketahui. Tidak hanya tentang peluang bekerja di Jepang, tetapi juga tentang persiapan bahasa, perlindungan tenaga kerja, jaminan tenaga kerja, serta hal-hal yang harus diperhatikan jika ingin bekerja di luar negeri. Informasi ini membuat kami lebih termotivasi untuk belajar dan mempersiapkan diri,” ungkap Andini.
Menurutnya, keberadaan Kelas Kebekerjaan menjadi wadah yang membantu siswa mengenali peluang karier sejak dini. Pembelajaran Bahasa Jepang dan Bahasa Arab diharapkan dapat menjadi bekal tambahan bagi siswa untuk bersaing di dunia kerja.
Kegiatan penguatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berbicara tentang keterampilan teknis sesuai kompetensi keahlian, tetapi juga tentang kesiapan mental, kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa asing, pemahaman dunia kerja, serta pengetahuan mengenai hak dan perlindungan tenaga kerja.
Melalui Kelas Kebekerjaan Bahasa Jepang dan Bahasa Arab, SMK Negeri 3 Kota Bima terus berupaya membangun ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada masa depan. Dengan dukungan guru internal, pemerintah daerah, serta mitra kerja sama, sekolah mendorong siswanya untuk memiliki kompetensi yang relevan dan keberanian melihat peluang kerja hingga ke tingkat global.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar SMK Negeri 3 Kota Bima untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang, beradaptasi dengan kebutuhan industri, dan mengambil bagian dalam mewujudkan generasi vokasi NTB yang siap bersaing di dunia internasional sesuai program Gubernur NTB.