Author name: admin1234

Tak Berkategori

Jalan Sehat Meriahkan HUT ke-33 SMKN 3 Kota Bima, HUT RI ke-81 dan Purna Tugas Pengawas Pembina serta Guru

Jalan Sehat Meriahkan HUT ke-33 SMKN 3 Kota Bima, HUT RI ke-81 dan Purna Tugas Pengawas Pembina serta Guru KOTA BIMA, 23 Agustus 2026 — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 SMK Negeri 3 Kota Bima, Minggu (23/8/2026). Kegiatan yang mengusung semangat “Sehat, Kompak, Meriah dan Bersama Memajukan SMKN 3 Kota Bima” tersebut dipusatkan di lingkungan SMKN 3 Kota Bima. Jalan sehat tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga dirangkaikan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 serta acara purna tugas Pengawas Pembina, Drs. H. Usman Syam, dan salah seorang guru SMKN 3 Kota Bima, Dra. Hj. Arina. Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh guru, pegawai, siswa, serta keluarga besar SMKN 3 Kota Bima. Kebersamaan semakin terasa dengan hadirnya sejumlah tokoh dan undangan, di antaranya Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikpora NTB Wilayah VI, Fahmi Hatib, S.Pd., M.Pd., para Pengawas SMK se-Kota Bima, Kepala Sekolah se-Kota Bima, Ketua Komite Sekolah, para mantan Kepala SMKN 3 Kota Bima seperti Drs. H. Alwi Yasin, M.AP., dan H. Sanusin, M.Si., Lurah Lewirato, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lewirato, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) beserta anggota. Keunikan tersendiri terlihat dalam pelaksanaan jalan sehat dengan hadirnya mobil Maung dan badut dari Kodim 1608/Bima. Kehadiran tersebut diinisiasi oleh Babinsa Kelurahan Lewirato sekaligus menjadi bagian dari pengawalan dan pengamanan kegiatan, sehingga menambah semarak suasana serta memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta, khususnya siswa. Rangkaian jalan sehat diawali dari halaman SMKN 3 Kota Bima dan diikuti secara bersama-sama oleh seluruh peserta. Kegiatan berlangsung penuh keceriaan, dengan nuansa merah putih yang semakin memperkuat asemangat nasionalisme sekaligus kebersamaan keluarga besar sekolah. Usai jalan sehat, rangkaian acara dilanjutkan dengan @sambutan Kepala SMKN 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga sekolah, tamu undangan, mitra, sponsor, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Dalam sambutannya, Jainuddin menegaskan bahwa momentum HUT ke-33 bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan membangun semangat bersama dalam memajukan sekolah. “HUT ke-33 SMKN 3 Kota Bima ini merupakan momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan dan memperkuat semangat seluruh warga sekolah. Kita ingin sekolah ini terus tumbuh menjadi sekolah yang unggul, berprestasi dan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik. Terimaksih atas pengabdian Drs. H. Usman Syam dan Dra. Hj. Arina untuk SMK Negeri 3 Kota Bima,” ujar Jainuddin. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, termasuk KCD Dikpora Wilayah VI, para pengawas, kepala sekolah, pemerintah kelurahan, TNI-Polri, Komite Sekolah, DWP, keluarga besar SMKN 3 Kota Bima dan para sponsor. “Yang paling penting dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Hari ini kita tidak membedakan guru, pegawai, siswa, orang tua maupun tamu undangan. Semuanya menjadi satu keluarga besar SMKN 3 Kota Bima,” tambahnya. Setelah sambutan kepala sekolah, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang SMKN 3 Kota Bima yang telah memasuki usia ke-33. Momentum tersebut sekaligus menjadi ungkapan syukur atas berbagai capaian sekolah dan doa agar SMKN 3 Kota Bima semakin maju di masa mendatang. Suasana haru kemudian hadir dalam rangkaian acara purna tugas Pengawas Pembina Drs. H. Usman Syam dan guru SMKN 3 Kota Bima, Dra. Hj. Arina. Keluarga besar sekolah memberikan penghormatan dan apresiasi atas dedikasi, pengabdian dan kontribusi keduanya selama menjalankan tugas di dunia pendidikan. Selain kegiatan utama, peserta juga semakin antusias dengan pembagian berbagai doorprize yang disediakan dalam kegiatan tersebut. Beragam hadiah menarik, mulai dari HP Android, kipas angin, tumbler, voucher hotel, voucher creambath, cermin ukiran kayu hingga voucher photo booth, menambah kemeriahan acara. Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan mitra, di antaranya UPJ dan TeFa SMKN 3 Kota Bima, Sarang Walet Putih Bima, Bima Store, Tiga Putra Monta, KAKIRE Art dan Nasir Rabangodu, serta para pihak lain yang mendukung penyediaan hadiah dan kelancaran kegiatan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Seluruh peserta tampak menikmati suasana kekeluargaan yang menjadi bagian penting dari perayaan HUT ke-33 SMKN 3 Kota Bima. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan semangat keluarga besar SMKN 3 Kota Bima dalam mewujudkan sekolah yang sehat, kompak, kreatif, religius, adaptif, mandiri, terampil, unggul dan berprestasi, sejalan dengan semangat “Sakola Karawi Matupa.”

Tak Berkategori

Pertemuan Rutin DWP SMK Negeri 3 Kota Bima Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Lomba

Pertemuan Rutin DWP SMK Negeri 3 Kota Bima Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Lomba Kota Bima — Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMK Negeri 3 Kota Bima berlangsung meriah dan penuh keakraban. Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diisi dengan berbagai perlombaan yang menyenangkan dan menghibur bagi anggota DWP beserta keluarga. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para peserta mengikuti sejumlah lomba khas perayaan kemerdekaan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba balap sarung yang dilaksanakan dalam beberapa kategori, yakni antar anggota DWP, pasangan suami istri, serta antar suami anggota DWP. Gelak tawa dan sorak dukungan terdengar sepanjang perlombaan. Para peserta tidak hanya dituntut untuk cepat, tetapi juga harus mampu menjaga kekompakan dan keseimbangan agar dapat mencapai garis finis terlebih dahulu. Selain balap sarung, kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba estafet tepung menggunakan sendok. Permainan tersebut menguji ketelitian, kesabaran, kekompakan, dan koordinasi antar peserta. Meski terlihat sederhana, lomba berlangsung seru karena tepung yang dibawa secara estafet kerap berjatuhan sehingga mengundang tawa para peserta dan penonton. Pada kegiatan pertemuan DWP ini juga dilaksanakan senam bersama yang diikuti seluruh anggota. Ketua DWP SMK Negeri 3 Kota Bima, Ny. Rohani Jainuddin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar anggota DWP dan keluarga besar SMK Negeri 3 Kota Bima. “Kami ingin menjadikan pertemuan rutin ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kekompakan dan kebersamaan. Apalagi kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga kami ingin menghadirkannya dalam suasana yang penuh kegembiraan dan semangat kemerdekaan,” ujar Ny. Rohani. Menurutnya, berbagai lomba yang digelar diharapkan dapat memberikan ruang bagi anggota DWP dan keluarga untuk bersantai sejenak sekaligus membangun suasana kekeluargaan. “Yang paling penting bukan siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita bisa tertawa bersama, saling mendukung dan menikmati kebersamaan. Semangat seperti inilah yang ingin terus kami tumbuhkan dalam keluarga besar DWP SMK Negeri 3 Kota Bima,” tambahnya. Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima sekaligus Pembina DWP, Jainuddin, S.Pd., MM., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan DWP memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan kekeluargaan dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis. “Saya menyampaikan apresiasi kepada DWP SMK Negeri 3 Kota Bima yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan penuh semangat dan kekeluargaan. Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya menjadi hiburan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan,” ungkap Jainuddin. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar SMK Negeri 3 Kota Bima. “Peringatan kemerdekaan hendaknya kita maknai dengan memperkuat persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus menjadi bagian dari upaya membangun keluarga besar SMK Negeri 3 Kota Bima yang semakin solid,” pungkasnya. Pertemuan rutin DWP yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut pun berlangsung dalam suasana penuh keceriaan. Semangat sportivitas, kebersamaan, dan kekeluargaan menjadi warna utama kegiatan apalagi banyak hadiah yang disediakan oleh DWP bagi pemenang lomba, juga sekaligus menjadi refleksi semangat kemerdekaan yang terus tumbuh di lingkungan SMK Negeri 3 Kota Bima.

Tak Berkategori

SMKN 3 Kota Bima Bangga, Dua Siswa Tuntaskan Tugas sebagai Paskibraka Kota Bima

SMKN 3 Kota Bima Bangga, Dua Siswa Tuntaskan Tugas sebagai Paskibraka Kota Bima Kota Bima, 17 Agustus 2026 — Keluarga besar SMK Negeri 3 Kota Bima menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada dua siswa terbaiknya, Dwi Mahardika Putra, siswa Kelas XI Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Nazwa Nurul Azkiya, siswi Kelas XI Desain Produksi Busana (DPB), yang telah menuntaskan tugas sebagai bagian dari Tim Paskibraka Kota Bima pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Keduanya mendapat kepercayaan untuk ambil bagian dalam prosesi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada upacara yang berlangsung di Halaman Pemerintah Kota Bima. Tugas tersebut menjadi momen istimewa sekaligus kebanggaan, tidak hanya bagi kedua siswa dan keluarga, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar SMKN 3 Kota Bima. Keikutsertaan Dwi dan Nazwa dalam Tim Paskibraka merupakan buah dari proses panjang yang menuntut dedikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, ketangguhan fisik dan mental, serta semangat nasionalisme. Selama menjalani latihan, keduanya dituntut mampu menjaga kekompakan, ketepatan gerakan, serta menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab. Kepala SMKN 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian kedua siswanya tersebut. “Kami atas nama keluarga besar SMKN 3 Kota Bima merasa bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dwi Mahardika Putra dan Nazwa Nurul Azkiya. Menjadi bagian dari Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kedisiplinan, kerja keras, dan semangat nasionalisme yang mereka tunjukkan patut menjadi teladan bagi siswa-siswi lainnya,” ujar Jainuddin. Menurutnya, pengalaman menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas dalam sebuah upacara, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai disiplin, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air diharapkan terus melekat dalam kehidupan kedua siswa tersebut. “Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk terus berkembang dan meraih prestasi di masa depan. Kami berharap Dwi dan Nazwa tetap rendah hati, terus belajar, serta mampu menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” tambahnya. SMKN 3 Kota Bima berharap capaian tersebut dapat memotivasi seluruh peserta didik untuk berani mengambil kesempatan, mengembangkan potensi, serta memberikan kontribusi positif bagi sekolah, daerah, dan bangsa. Bagi keluarga besar SMKN 3 Kota Bima, kiprah Dwi dan Nazwa di tengah Tim Paskibraka Kota Bima menjadi bukti bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik dan keahlian, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, nasionalisme, dan tanggung jawab.

Tak Berkategori

SMK Negeri 3 Kota Bima Khidmat Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

SMK Negeri 3 Kota Bima Khidmat Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kota Bima, 17 Agustus 2026 — SMK Negeri 3 Kota Bima melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat nasionalisme di lapangan upacara SMK Negeri 3 Kota Bima. Upacara diikuti oleh seluruh guru, pegawai, dan siswa SMK Negeri 3 Kota Bima. Pelaksanaan upacara dipercayakan kepada OSIS bersama organisasi ekstrakurikuler di lingkungan sekolah, yang melibatkan Paskibra, Pramuka Gudep, Rohis, PIK KRR, PMR Wira, serta berbagai organisasi dan kegiatan kesiswaan lainnya. Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Khatimah, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, yang dalam amanatnya mengajak seluruh warga sekolah untuk memaknai kemerdekaan tidak sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, kedisiplinan, tanggung jawab, persatuan, dan semangat memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. Salah satu momen yang paling menggugah dalam pelaksanaan upacara adalah ketika perwakilan siswa membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dengan suara yang lantang, tegas, dan penuh semangat, pembacaan Proklamasi mampu membangkitkan suasana nasionalisme dan menggugah seluruh peserta upacara untuk kembali menghayati perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, Tim Paskibra SMK Negeri 3 Kota Bima menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan sangat baik. Seluruh rangkaian tugas dilaksanakan secara disiplin, penuh tanggung jawab, dan dengan sikap yang mencerminkan semangat generasi muda dalam menghormati simbol negara. Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan upacara. “Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru, pegawai, siswa, OSIS, Paskibra, Pramuka, Rohis, PIK KRR, PMR Wira, serta seluruh organisasi ekstrakurikuler yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Upacara hari ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki semangat, disiplin, keberanian, dan rasa cinta tanah air yang luar biasa,” ujar Jainuddin. Menurutnya, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama, terutama generasi muda. “Para pahlawan telah memberikan pengorbanan yang sangat besar untuk menghadirkan kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan tersebut melalui pendidikan, prestasi, karakter yang baik, keterampilan, kreativitas, dan karya nyata. Jadikan sekolah sebagai tempat untuk mempersiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, berdaulat, adil, dan makmur,” tambahnya. Pelaksanaan upacara tersebut sekaligus menjadi momentum bagi keluarga besar SMK Negeri 3 Kota Bima untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme, persatuan, kedisiplinan, gotong royong, dan tanggung jawab. Semangat tersebut sejalan dengan karakter sekolah melalui semangat “Sakola Karawi Matupa”, yang menekankan terbentuknya generasi yang Kreatif, Religius, Adaptif, Wirausaha, Mandiri, Terampil, Unggul, dan Berprestasi. Dengan berlangsungnya upacara secara khidmat dan penuh semangat, keluarga besar SMK Negeri 3 Kota Bima berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi pengingat untuk terus belajar, berkarya, berprestasi, dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Tak Berkategori

MGMP Desain dan Produksi Kriya “Kriya Karawi Mantika” SMKN 3 Kota Bima Dorong Pemanfaatan Akun Belajar.id untuk Pembelajaran.

MGMP Desain dan Produksi Kriya “Kriya Karawi Mantika” SMKN 3 Kota Bima Dorong Pemanfaatan Akun Belajar.id untuk Pembelajaran Kota Bima — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Desain dan Produksi Kriya “Kriya Karawi Mantika” SMK Negeri 3 Kota Bima menggelar kegiatan Sharing dan Pemanfaatan Akun Belajar.id untuk Pembelajaran, Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 09.00–11.00 WITA dengan narasumber Ibu Khatimah, S.Pd yang merupakan Guru KKBT dan Wakasek Kurikulum SMK Negeri 3 Kota Bima. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SMKN 3 Kota Bima dalam meningkatkan kompetensi digital guru sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, para guru didorong untuk saling berbagi pengalaman, berkolaborasi, serta memanfaatkan berbagai fasilitas digital yang tersedia melalui akun belajar.id. Kegiatan MGMP mengusung semangat berbagi pengalaman untuk memperkaya wawasan, berkolaborasi untuk inovasi, memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran, serta berkarya untuk pendidikan. Pemanfaatan akun belajar.id diharapkan dapat mendukung guru dalam mengelola berbagai aktivitas pembelajaran secara lebih efektif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diarahkan untuk mengenal dan mengoptimalkan berbagai layanan digital yang terintegrasi dengan akun belajar.id, sehingga dapat menunjang aktivitas pembelajaran, komunikasi, kolaborasi, pengelolaan bahan ajar, maupun pengembangan karya guru dan peserta didik. Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan MGMP tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi digital guru merupakan bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia pendidikan. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan MGMP Desain dan Produksi Kriya ini. Guru tidak hanya dituntut menguasai kompetensi kejuruan, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Akun belajar.id merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, dan efektif,” ujar Jainuddin. Ia menambahkan, budaya berbagi dan berkolaborasi antarguru perlu terus dikembangkan di lingkungan SMKN 3 Kota Bima. Menurutnya, MGMP tidak hanya menjadi ruang untuk membahas pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah untuk menghasilkan inovasi dan karya yang memberikan dampak nyata bagi peserta didik. “Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada kegiatan sharing, tetapi dilanjutkan dengan praktik dan penerapan dalam pembelajaran. Semakin banyak guru yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat, semakin besar pula peluang kita menciptakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa,” tambahnya. Kegiatan MGMP Desain dan Produksi Kriya “Kriya Karawi Mantika” sekaligus memperkuat semangat Sakola Karawi Matupa yang menjadi identitas SMKN 3 Kota Bima, yakni KreAtif, Religius, Adaptif, WIrausaha, MAndiri, Terampil, Unggul, dan PrestAsi. Melalui penguatan kolaborasi dan literasi digital tersebut, SMKN 3 Kota Bima terus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan vokasi yang kreatif, adaptif, inovatif, dan selaras dengan tuntutan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.

Tak Berkategori

Guru SMKN 3 Kota Bima Dipercaya Jadi Narasumber Pelatihan dan Pendampingan Edu Ekowisata Pesona Ntobo

Guru SMKN 3 Kota Bima Dipercaya Jadi Narasumber Pelatihan dan Pendampingan Edu Ekowisata Pesona Ntobo KOTA BIMA — Guru Usaha Layanan Wisata dan Perhotelan SMK Negeri 3 Kota Bima, Adi Hidayat Argubi, S.Sos., SST.Par., M.Si., dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Wisata Produk Paket Edu Ekowisata Pesona Ntobo, Kota Bima. Kegiatan tersebut digagas oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ngusu Waru melalui program yang memperoleh hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Pelatihan dan pendampingan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi lokal sekaligus penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Bima. Hal tersebut sejalan dengan tema kegiatan yang terpampang dalam spanduk, yakni “Pengembangan Tenun Bima dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pariwisata Kota Bima.” Dalam kegiatan tersebut, Adi Hidayat Argubi memberikan materi sekaligus pendampingan terkait bagaimana masyarakat dan pengelola potensi wisata di Ntobo dapat menemukenali potensi wisata, mengemasnya menjadi produk edukasi wisata, serta mengembangkan strategi promosi yang sesuai dengan karakter pasar. Menurut Adi, pengembangan kompetensi dan branding kepakaran di bidang pariwisata terus dibangun melalui berbagai pengalaman dan pelatihan yang diikuti. Menurutnya, pariwisata saat ini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. “Pariwisata ini menarik semua orang karena sudah menjadi life style. Awalnya orang hanya mengenal wisata alam, budaya dan buatan. Sekarang berkembang dalam berbagai kemasan sesuai kebutuhan, seperti ecotourism, marine tourism, village tourism, dan agritourism,” ujarnya. Ia menilai konsep edu ekowisata yang ditawarkan Tim Universitas Ngusu Waru memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Ntobo. Selain memiliki potensi kearifan lokal “Muna”, kawasan tersebut juga didukung beragam atraksi dan potensi lain yang dapat dikemas menjadi pengalaman wisata edukatif. “Teman-teman Universitas Ngusu Waru menawarkan edu ekowisata dengan mempertimbangkan potensi kearifan lokal ‘Muna’ dan dukungan atraksi lain yang cukup kaya di Ntobo,” jelasnya. Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, peserta diarahkan untuk tidak sekadar mengenali potensi yang dimiliki, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi produk wisata yang memiliki nilai edukasi, pengalaman, dan daya jual. “Saya mengajak mereka menemukenali potensi wisatanya, mengemas edutourism-nya dan bagaimana mengelola aspek promosinya,” kata Adi. Menurutnya, pengembangan edu ekowisata dengan sasaran siswa sekolah merupakan segmen pasar yang realistis dan strategis untuk digarap sejak awal. Siswa dapat menjadi pasar potensial bagi wisata edukasi sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam, budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bima kepada generasi muda. Kepercayaan kepada guru SMKN 3 Kota Bima tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi guru vokasi tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam pengabdian kepada masyarakat, pengembangan destinasi, serta penguatan ekosistem pariwisata daerah. Bagi SMKN 3 Kota Bima, keterlibatan guru dalam kegiatan eksternal seperti ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat link and match antara pendidikan vokasi, dunia pariwisata, masyarakat, perguruan tinggi, dan pengembangan potensi ekonomi kreatif daerah.

Tak Berkategori

Siswa Kelas XI ULW SMKN 3 Kota Bima Belajar Praktik Kelola Paket Edu Ekowisata Pesona Ntobo

Siswa Kelas XI ULW SMKN 3 Kota Bima Belajar Praktik Kelola Paket Edu Ekowisata Pesona Ntobo KOTA BIMA — Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Wisata (ULW) SMK Negeri 3 Kota Bima mendapat pengalaman belajar langsung di lapangan melalui kegiatan Paket Wisata Edu Ekowisata Pesona Ntobo di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Mata Pelajaran Pengelolaan MICE di bawah bimbingan guru pengampu Adi Hidayat Argubi, khususnya dalam praktik perancangan paket wisata, pemanduan wisata, hingga pengelolaan event. Kegiatan ini merupakan inisiasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nggusu Waru (UNSWA) Bima yang memperoleh hibah dari Kemendiktisantek RI dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Dinas Koperindag Kota Bima, Dinas Kominfotik Kota Bima, Camat Raba, serta Lurah Ntobo. Dalam kegiatan tersebut, siswa kelas XI ULW SMKN 3 Kota Bima tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung bagaimana sebuah paket wisata dirancang, dikemas, dipandu, dan dikelola agar memberikan pengalaman yang menarik bagi wisatawan. Paket Wisata Edu Ekowisata Pesona Ntobo juga dimeriahkan oleh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), yang hadir sebagai peserta tour dan didampingi oleh guru pembimbing masing-masing. Para peserta diajak berkeliling menikmati berbagai atraksi wisata tenun masyarakat Ntobo. Tidak sekadar melihat, peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba langsung proses menenun, sehingga memperoleh pengalaman nyata mengenai tradisi dan keterampilan masyarakat setempat. Didampingi pemandu wisata lokal, peserta mendapatkan berbagai informasi mengenai aktivitas menenun, mulai dari alat dan bahan yang digunakan, proses pembuatan, hingga jenis dan ragam corak kain tenun khas Ntobo. Interaksi langsung dengan masyarakat penenun menjadi salah satu daya tarik utama dalam paket wisata tersebut. Keseruan peserta semakin bertambah dengan hadirnya sejumlah spot foto yang dapat dimanfaatkan untuk mengabadikan pengalaman mereka. Peserta bebas berpose menggunakan pakaian khas Bima serta berbagai atribut hasil pertanian khas Ntobo yang menjadi bagian dari potensi lokal masyarakat. Menariknya, pada pos terakhir perjalanan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dan nonorganik. Mereka diajak memahami cara memilah sampah serta mengetahui berbagai bentuk pemanfaatan sampah sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif dan berbasis potensi lokal. Peserta tour mengaku puas dengan paket wisata yang ditawarkan karena dapat belajar, bermain, berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus mengenal lebih dekat budaya dan potensi Kelurahan Ntobo. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus kenang-kenangan, seluruh peserta tour juga mendapatkan souvenir sebagai oleh-oleh, sehingga pengalaman mengikuti Paket Wisata Edu Ekowisata Pesona Ntobo semakin berkesan. Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, mengapresiasi kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan ruang kepada siswa untuk menerapkan kompetensi yang dipelajari di sekolah dalam situasi nyata. “Pembelajaran seperti ini sangat penting bagi siswa karena mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung mempraktikkan bagaimana merancang paket wisata, memberikan pelayanan kepada wisatawan, memandu, serta mengelola sebuah kegiatan wisata. Ini sejalan dengan upaya SMKN 3 Kota Bima untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Apalagi Desa Wisata Tenun Ntobo ini masuk Kelurahan Berdaya Program Unggulan Gubernur Ikbal – Dinda” ujar Jainuddin. Sementara itu, Kepala Program Keahlian Usaha Layanan Wisata SMKN 3 Kota Bima, Yati, SST.Par, mengatakan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan keterampilan profesional mereka. “Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar secara langsung bagaimana mengelola sebuah paket wisata mulai dari persiapan, pelayanan peserta, pemanduan, pengelolaan atraksi hingga evaluasi kegiatan. Mereka juga belajar bahwa potensi budaya dan kehidupan masyarakat lokal dapat dikembangkan menjadi produk wisata edukatif yang menarik,” jelas Yati. Kegiatan Paket Wisata Edu Ekowisata Pesona Ntobo sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran kepariwisataan dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda pariwisata yang kompeten sekaligus ikut menjaga dan mempromosikan potensi budaya serta lingkungan lokal Kota Bima.

Tak Berkategori

SMKN 3 Kota Bima Kirim Siswa PKL ke Labuan Bajo, Perkuat Kompetensi Pemanduan Wisata

SMKN 3 Kota Bima Kirim Siswa PKL ke Labuan Bajo, Perkuat Kompetensi Pemanduan Wisata KOTA BIMA – SMK Negeri 3 Kota Bima terus memperluas pengalaman belajar siswa melalui kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan instansi terkait. Salah satunya melalui pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Wisata (ULW) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kegiatan tersebut, siswa SMK Negeri 3 Kota Bima melaksanakan PKL di Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), salah satu destinasi konservasi dan pariwisata unggulan yang menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata Labuan Bajo. Kerja sama antara SMK Negeri 3 Kota Bima dengan Balai Taman Nasional Komodo telah terjalin dengan baik selama tiga tahun terakhir. Kemitraan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman kerja nyata kepada siswa, khususnya dalam mengembangkan kompetensi yang berkaitan langsung dengan bidang Usaha Layanan Wisata. Selama mengikuti PKL, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung lingkungan kerja kepariwisataan, pelayanan wisatawan, serta praktik guiding atau pemanduan wisata. Pengalaman tersebut menjadi sangat relevan dengan kompetensi yang dipelajari siswa di sekolah karena mereka dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi kerja yang sesungguhnya. Hasil kerja sama tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi siswa. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari lulusan SMK Negeri 3 Kota Bima yang telah bekerja di sejumlah Travel Agent dan kapal wisata di Labuan Bajo. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengalaman PKL tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi siswa, tetapi juga mampu menjadi salah satu jembatan menuju dunia kerja. Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, mengatakan bahwa pelaksanaan PKL di Labuan Bajo merupakan bagian dari strategi sekolah untuk mendekatkan pembelajaran dengan kebutuhan industri pariwisata. “Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Balai Taman Nasional Komodo selama tiga tahun terakhir. Bagi kami, PKL bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kewajiban pembelajaran, tetapi merupakan proses penting untuk membentuk kompetensi, karakter, disiplin, dan profesionalisme siswa sebelum mereka memasuki dunia kerja,” ujar Jainuddin. Menurutnya, Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan pariwisata yang memiliki perkembangan sangat pesat sehingga menjadi tempat yang tepat bagi siswa Usaha Layanan Wisata untuk memperoleh pengalaman profesional. “Kami berharap pengalaman yang diperoleh siswa selama berada di Labuan Bajo dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke sekolah maupun ketika memasuki dunia kerja. Terlebih sudah ada alumni kami yang bekerja di Travel Agent dan kapal wisata di Labuan Bajo. Ini menjadi bukti bahwa kompetensi yang dibangun melalui pembelajaran dan PKL memiliki relevansi dengan kebutuhan industri,” tambahnya. Jainuddin juga menegaskan bahwa sekolah akan terus memperluas dan memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, khususnya industri dan lembaga yang bergerak di bidang pariwisata. “Target kami adalah membangun ekosistem pendidikan vokasi yang benar-benar terhubung dengan dunia kerja. Siswa belajar di sekolah, mendapatkan pengalaman di industri, kemudian memiliki peluang untuk terserap menjadi tenaga kerja profesional,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Wisata, Yati, SST.Par, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Balai Taman Nasional Komodo memberikan kontribusi besar terhadap penguatan kompetensi siswa, khususnya dalam bidang guiding atau pemanduan wisata. “Selama tiga tahun bekerja sama dengan BTNK, kami melihat perkembangan yang sangat positif. Siswa mendapatkan pengalaman langsung bagaimana melayani wisatawan, berkomunikasi, memberikan informasi destinasi, serta memahami bagaimana seorang pemandu wisata harus bersikap profesional,” ungkap Yati. Menurut Yati, pengalaman berada di kawasan destinasi wisata secara langsung memberikan pembelajaran yang sulit diperoleh hanya melalui teori di ruang kelas. “Anak-anak tidak hanya belajar teori tentang guiding, tetapi mereka melihat dan mengalami langsung bagaimana pelayanan wisata dilakukan. Mereka belajar berkomunikasi dengan wisatawan, memahami karakter wisatawan, menjaga etika sebagai pemandu, sekaligus mengenal potensi wisata dan konservasi yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo,” jelasnya. Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut juga dapat dilihat dari jejak lulusan yang mampu melanjutkan karier di industri pariwisata Labuan Bajo. “Adanya alumni yang kemudian bekerja di Travel Agent maupun kapal wisata di Labuan Bajo menjadi salah satu indikator bahwa pengalaman PKL memberikan dampak terhadap kesiapan kerja siswa. Ini yang terus kami dorong agar semakin banyak lulusan ULW yang terserap di industri pariwisata,” kata Yati. Pelaksanaan PKL di Labuan Bajo sekaligus menjadi bagian dari upaya SMK Negeri 3 Kota Bima dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui pengalaman langsung di kawasan pariwisata, siswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan teknis, komunikasi, pelayanan wisata, kemampuan pemanduan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta etika profesional. Dengan keberlanjutan kerja sama bersama Balai Taman Nasional Komodo, SMK Negeri 3 Kota Bima optimistis kompetensi siswa Usaha Layanan Wisata akan semakin kuat dan relevan dengan perkembangan industri pariwisata. Dari Kota Bima menuju Labuan Bajo, siswa tidak hanya belajar tentang pariwisata, tetapi juga membangun pengalaman dan jejaring yang dapat menjadi bekal menuju masa depan sebagai tenaga profesional di industri pariwisata.

Tak Berkategori

SMKN 3 Kota Bima dan Marina Inn Hotel Teken MoU, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Pariwisata

SMKN 3 Kota Bima dan Marina Inn Hotel Teken MoU, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Pariwisata OTA BIMA – SMK Negeri 3 Kota Bima kembali memperkuat komitmennya dalam membangun kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara SMK Negeri 3 Kota Bima dengan Marina Inn Hotel sebagai hotel terbaik di Pulau Sumbawa. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, dan General Manager Marina Inn Hotel, Bapak Daniel. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi SMK Negeri 3 Kota Bima, khususnya sebagai sekolah yang memiliki core pariwisata dengan beberapa kompetensi keahlian seperti Perhotelan, Usaha Layanan Wisata, Kuliner dan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut. Kerja sama dengan Marina Inn Hotel merupakan kemitraan pertama yang terjalin antara kedua pihak. Kehadiran kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan vokasi dengan industri, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi peningkatan kompetensi siswa dan guru sesuai kebutuhan dunia kerja. Dalam MoU tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah ruang lingkup kerja sama yang meliputi Praktik Kerja Lapangan (PKL), Teaching Factory (TEFA) melalui pembelajaran berbasis produksi sesuai standar industri, sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, Guru Tamu/Instruktur Industri, magang guru untuk meningkatkan kompetensi di dunia industri, rekrutmen lulusan, serta kegiatan lain yang disepakati bersama. Kerja sama tersebut memiliki nilai strategis bagi kedua belah pihak. Bagi SMK Negeri 3 Kota Bima, Marina Inn Hotel menjadi mitra industri yang dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa sekaligus membantu sekolah dalam menyelaraskan pembelajaran dengan tuntutan dunia kerja. Sementara bagi Marina Inn Hotel, kemitraan ini menjadi salah satu upaya untuk mendapatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan karakter kerja sesuai kebutuhan operasional industri perhotelan pada khususnya dan pariwisata pada umumnya. Kegiatan penandatanganan MoU turut dihadiri Kepala Kompetensi Keahlian Usaha Layanan Wisata, Yati, SST.Par., Kepala Kompetensi Keahlian Perhotelan, Fitriana, ST., Guru Perhotelan, Yulianitias, S.Pd., serta siswa SMK Negeri 3 Kota Bima yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Marina Inn Hotel. Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang berkelanjutan antara sekolah dan industri. “Kami menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan Marina Inn Hotel. Ini merupakan tonggak penting bagi SMK Negeri 3 Kota Bima, khususnya karena sekolah kami memiliki kompetensi keahlian yang sangat erat dengan bidang pariwisata dan perhotelan. Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada pelaksanaan PKL, tetapi dapat berkembang pada sinkronisasi kurikulum, peningkatan kompetensi guru, keterlibatan instruktur industri, Teaching Factory, hingga peluang rekrutmen lulusan,” ujar Jainuddin. Menurutnya, keberadaan industri sebagai mitra sekolah sangat penting untuk memastikan bahwa kompetensi yang diberikan kepada siswa benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan kerja. “Sekolah memiliki tanggung jawab menyiapkan SDM yang kompeten, sementara industri membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas untuk mendukung operasionalnya. Karena itu, sinergi seperti ini harus kita bangun dengan prinsip saling memberikan manfaat. Kami berharap lulusan SMK Negeri 3 Kota Bima nantinya tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi dan pengalaman kerja yang dibutuhkan industri,” tambahnya. Jainuddin juga berharap Marina Inn Hotel dapat menjadi salah satu mitra strategis sekolah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis industri sehingga siswa memperoleh pengalaman langsung mengenai standar pelayanan, budaya kerja, disiplin, serta profesionalisme di lingkungan hotel. Penandatanganan MoU ini sekaligus menegaskan arah pengembangan SMK Negeri 3 Kota Bima sebagai sekolah vokasi yang semakin dekat dengan dunia industri. Dengan terbangunnya kolaborasi tersebut, sekolah optimistis proses pendidikan akan semakin relevan, sementara industri memperoleh akses terhadap calon tenaga kerja muda yang telah dipersiapkan sesuai kebutuhan dan standar dunia kerja. Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan jangka panjang antara SMK Negeri 3 Kota Bima dan Marina Inn Hotel dalam mencetak sumber daya manusia pariwisata yang kompeten, profesional, berkarakter, dan siap memasuki dunia kerja.

Tak Berkategori

Lima Guru Produktif SMKN 3 Kota Bima Ikuti Diklat Upskilling Kompetensi SMK Core Pariwisata NTB 2026

Lima Guru Produktif SMKN 3 Kota Bima Ikuti Diklat Upskilling Kompetensi SMK Core Pariwisata NTB 2026 KOTA BIMA — SMK Negeri 3 Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, khususnya dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri pariwisata. Sebanyak lima Guru Produktif SMKN 3 Kota Bima mengikuti Diklat Upskilling Kompetensi Guru Produktif SMK Core Pariwisata NTB Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bidang Guru, Tenaga Kependidikan dan Tenaga Keahlian. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 4–6 Agustus 2026, bertempat di Hotel Puri Sharon Hotel Lombok. Kelima guru produktif yang mewakili SMKN 3 Kota Bima dalam kegiatan tersebut yakni Fitriana, ST, Nurjanah, S.Pd, Djumiati, S.Pd, Neni Murniawati, S.Pd, dan Khusnul, S.Tr. Par. Keikutsertaan para guru dalam diklat ini menjadi bagian penting dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya pendidik, terutama pada kompetensi yang berkaitan dengan bidang pariwisata. Melalui kegiatan upskilling, guru diharapkan dapat memperbarui pengetahuan, keterampilan, serta wawasan sesuai perkembangan teknologi, standar kompetensi, dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring profesional, sekaligus memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kepala SMKN 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap keikutsertaan lima guru produktif tersebut. “Kami sangat mendukung kegiatan peningkatan kompetensi guru seperti ini. Guru produktif harus terus mengembangkan kemampuan dan mengikuti perkembangan dunia industri agar pembelajaran yang diberikan kepada siswa benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Jainuddin. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK. Terlebih SMKN 3 Kota Bima memiliki sejumlah kompetensi keahlian yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata dan industri kreatif. “Harapan kami, setelah mengikuti diklat ini, para guru dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan dalam pembelajaran serta ditularkan kepada rekan-rekan guru lainnya. Dengan demikian, manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi siswa,” tambahnya. Keikutsertaan lima guru produktif SMKN 3 Kota Bima dalam Diklat Upskilling Kompetensi Guru Produktif SMK Core Pariwisata NTB Tahun 2026 sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja, khususnya pada sektor pariwisata yang terus berkembang di Nusa Tenggara Barat. Bagi SMKN 3 Kota Bima, peningkatan kapasitas guru bukan sekadar kegiatan pengembangan profesional, tetapi merupakan investasi penting untuk menghadirkan pembelajaran vokasi yang semakin link and match dengan kebutuhan industri.

Scroll to Top